RSS Feed
Selamat Datang
image

Ine ( Contact Person )

085722664373 , PIN BB 79DDC2F5


RuMAH PARENTING
(GRup Miracles At Home PARENTING)

Jl Cikadut, Kp Mande No 33, Karang Pamulang, Mandalajati, Bandung, 40194

Facebook :
FB 1 : Rumah Parenting Full
FB 2 : Zulaehah Hidayati Rumah Parenting
FB 3 : Zulaehah Hidayati Rumah Parenti
Program RuMAH PARENTING

 

RuMAH PARENTING menyediakan 2 macam program:

- Seminar dengan durasi 2,5 - 3 jam

- TUT (Training untuk Terampil) selama 3 hr

Berminat mengadakan Seminar atau TUT RuMAH PARENTING??

Info dan keterangan lebih lanjut silahkan hubungi Ine 085722664373

 

Agenda RuMAH PARENTING 2014:

 

5 Juli 2014 - Kelas Parenting "Pencegahan Kekerasan Seksual", Salman ITB, Bandung

 

21 Juni 2014 - Seminar untuk karyawan TOSHIBA, Cikarang

14 Juni 2014 - seminar untuk karyawan POLITE, Bandung

 

24 Mei 2014 - Kelas Parenting "Parenting With Love", Salman ITB, Bandung

3 Mei 2014 - SD Islam Plus An-Nur, Cikarang

Seminar "Membentuk Anak Cerdas dan Berkarakter dengan Teknik PARENTING"

 

24 April 2014 - Mamazy,  Promo produk di Salatiga

Seminar Parenting "Mendidik Anak dengan Mudah dan Menyenangkan"

 

13 April 2014 - SDIT DJ, Majalaya

Seminar Parenting "Mendidik Anak dengan Mudah dan Menyenangkan"

 

12 April 2014 - Dinas Pendidikan, Lembang

Seminar Parenting "Mendidik Anak dengan Mudah dan Menyenangkan"

 

12 Januari 2014 - EO Bandoeng Sae, Bandung - Aula Taman Pramuka, Bandung

Talkshow Parenting "Cara Penggunaan Teknik Time Out pada Anak"

 

Agenda RuMAH PARENTING 2013:

 

1 Desember 2013 - Aula Seno Medika Klinik Khitan

Talkshow Parenting "Pencegahan dan Penanganan Sex di Kalangan Remaja"

 

9 November 2013 - Nova Ladies Fair

RuMAH PARENTING dan MAMAZY Partisipasi dalam Bazaar

 

21 September 2013 - Sekolah Tunas Unggul, Pasir Impun, Bandung

Seminar Magic Parenting "Membentuk Anak Cerdas Spiritual dan Finansial"

 

15 September 2013 - IMAS (Indonesian Muslim Association in Singapore) @ Masjid Istiqamah, Kedutaan Besar Indonesia di Singapura

Seminar Parenting "Mendidik Anak Disiplin dengan Cinta"

 

11 Juli 2013 - DKM RSUD Ujung Berung

Seminar Parenting "Cara Mendidik Anak dengan Mudah dan Menyenangkan"

 

25 Mei 2013 - PT Panasonic Health Care Indonesia, Cikarang

Seminar Parenting "Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Berkarakter dengan Teknik PARENTING yang praktis dan mencerahkan"

 

30 April 2013 - Dinas Pendidikan Kuningan

Seminar Parenting "Cara Mudah Mendidik Anak, Aku Bahagia Menjadi Orang tua"

 

14 April 2013 - EO Bandoeng Sae, Bandung

Seminar Parenting "Tips n Trik membangun Kekompakkan Pasangan dalam Parenting"

 

16 Maret 2013 - Sekolah Mentari Ar-Ridho, Jakarta Timur

Seminar Parenting "Membentuk Anak Cerdas Berkarakter"

 

9 Maret 2013 - Rumah Kreasi NOVA, Bandung

Seminar Parenting "Mengatasi Marah dan Perilaku Buruk pada Anak"

 

3 Maret 2013 - GSG Citra Komplek Bumi Panyileukan, Bandung

Seminar Parenting "Cara Mendidik Anak dengan Mudah dan Menyenangkan"

 

4 Februari 2013 - Gd. Erlangga, Bandung

Seminar dan Workshop Parenting "Time Out untuk Mengatasi Marah dan Perilaku Buruk pada Anak"

 

19 Januari 2013 - Sekolah Gagas Ceria, Bandung

"Komunikasi Efektif"


Agenda yang selengkapnya

Jam

Counter

 


visitors by country counter

 

world map hits counter



SLINK

Mengapa Pujianku tak Memotivasi Anak?

image

Predikat adalah doa. Predikat akan mendorong anak-anak untuk sesuai dengan predikat yang diberikan. Predikat anak sholeh, anak pintar, anak mandiri, dan berbagai predikat positif lain akan mendorong anak ke arah yang baik. Sedangkan predikat  anak malas, anak manja, anak jahat, anak bandel, anak bodoh, anak nakal, dan sebagainya, merupakan predikat negatif yang membentuk citra diri yang buruk pada anak.

 

Predikat positif, sehari-hari diberikan dalam bentuk pujian. Setiap anak suka pujian walaupun mereka tampak tidak peduli. Demi sebuah pujian, anak dengan rela melakukan apa yang mereka tidak sukai. Karena sebuah pujian yang menguatkan mereka sanggup melakukan apa yang sebelumnya mereka tidak yakin bisa. Anak kedua saya   (Sayyid 6 tahun, TK B), ketika tahu saya sudah pulang maka dia akan mengeluarkan kotak bekalnya. Dia akan menunjukkan kotak bekalnya yang sudah kosong untuk satu tujuan, yaitu pujian. Dia tahu saya akan memujinya “Subhaanallah, Sayyid makannya habis. Alhamdulillah…”. Sebaliknya dulu ketika saya tidak mengerti tentang predikat positif ini, saya sering menjuluki anak saya sebagai anak yang susah makan dan kondisi anak saya semakin sesuai dengan predikat tersebut.

 

Kekuatan predikat positif ini diakui bahkan oleh para ahli dan dibuktikan oleh penelitian. Penelitian air oleh Dr. Masaru Emoto, dari Universitas Yokohama,Jepang. Air ternyata bisa mendengar. Ketika kita ucapkan kata-kata negatif “setan” kepada air,  maka Kristal-kristal air yang dibekukan kemudian dilihat di bawah mikrosokop maka bentuknya akan tampak jelek dan tidak beraturan. Sebaliknya bila kita ucapkan kata-kata positif kepada air tersebut, misalnya : “arigato”, maka kristal-kristal air tampak menjadi indah. Bila diberi doa Islam, maka Kristal air tersebut tampak segi enam dengan 5 cabang daun berkilauan. Dan tentunya kita ingat bahwa tubuh manusia 75% terdiri dari air. Maka predikat yang kita ucapkan akan didengar oleh seluruh air dalam tubuh anak-anak kita.

 

Tapi, mengapa pujian-pujian kita berulang kali tampak tidak berhasil mengubah perilaku anak? Seorang Bunda mencurahkan isi hatinya “Bun, Saya sudah memuji anak saya. Saya katakan padanya dia kan anak sholeh dan rajin. Tapi dia tidak juga beranjak merapikan mainannya.”. Ayah lain juga bercerita “Anak saya keras sekali. Saya kadang membentaknya karena dia suka mengamuk. Memberikan predikat positif anak sholeh ataupun anak baik sering saya lakukan, tapi kok tampak tidak mengubah perilaku anak saya?”

 

Ayah Bunda, pujian itu akan memotivasi anak bila kita berikan dengan tepat. Memberikan pujian untuk memaksa anak melakukan sebuah perilaku itu pujian sogokan. Anak akan menangkap bahwa pujian kita tidak ikhlas tapi hanya agar mereka menuruti kemauan kita. Pemberian pujian yang dapat mendorong anak adalah setelah perilaku itu sudah dilakukan. Pujian kita akan membenarkan perilakunya dan akan mendorong anak melakukannya kembali. Hal ini juga berlaku untuk pujian anak sholeh untuk anak-anak yang masih suka mengamuk. Mereka memang akan mendengar pujian ini dan air dalam tubuh juga akan merekam. Tapi, mereka menolak pujian ini karena diri mereka sendiri merasa bahwa mereka anak yang dibenci. Mereka menyadari bahwa orang-orang tidak menyukai mereka sehingga pujian kita pun dianggap tidak sesuai kenyataan.

 

Memberikan predikat positif berupa pujian untuk anak yang masih sering mengamuk itu harus. Bila kita coba amati di keseharian, silakan catat apakah lebih banyak mengamuknya atau baiknya. Tentu lebih banyak saat  mereka berperilaku baik. Ayah Bunda, berikanlah predikat tersebut saat mereka telah melakukan perilaku baik sekecil apapun, misalnya main bersama adik dengan tenang, menggambar di kertas, makan dengan tenang, membantu memasak, dan sebagainya. Pujian tersebut akan mereka terima karena sesuai dengan apa yang sudah dilakukan.

 

Selain memastikan pujian setelah perilaku, bagi anak yang masih suka mengamuk perlu juga dibantu untuk bisa mengendalikan marah agar mereka yakin bahwa mereka benar-benar anak sholeh yang disukai oleh orang di sekitarnya. Membantu anak mengendalikan marahnya memerlukan teknik khusus. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah teknik Time out. Teknik time out yang benar dapat dibaca dalam Buku Time Out dalam Parenting terbitan RuMAH PARENTING. Ketika anak merasa bahwa dia sudah bisa mengendalikan dirinya, dia akan merasa yakin bahwa dia benar-benar anak sholeh.

 

Pujian adalah predikat positif yang mendorong anak kita bila diberikan dengan tepat, salah satunya dengan menempatkannya setelah anak berperilaku. Semoga anak-anak kita semakin termotivasi untuk melakukan berbagai perilaku baik yang kita harapkan.   ZHRP

Share

Copyright © 2014 RuMAH PARENTING · All Rights Reserved