RSS Feed
Selamat Datang
image

Ine ( Contact Person )

085722664373 , PIN BB 79DDC2F5


RuMAH PARENTING
(GRup Miracles At Home PARENTING)

Jl Cikadut, Kp Mande No 33, Karang Pamulang, Mandalajati, Bandung, 40194

Facebook :
FB 1 : Rumah Parenting Full
FB 2 : Zulaehah Hidayati Rumah Parenting
FB 3 : Zulaehah Hidayati Rumah Parenti
Program RuMAH PARENTING

 

RuMAH PARENTING menyediakan 2 macam program:

- Seminar dengan durasi 2,5 - 3 jam

- TUT (Training untuk Terampil) selama 3 hr

Berminat mengadakan Seminar atau TUT RuMAH PARENTING??

Info dan keterangan lebih lanjut silahkan hubungi Ine 085722664373

 

Agenda RuMAH PARENTING 2014:

 

12 Januari 2014 - EO Bandoeng Sae, Bandung - Aula Taman Pramuka, Bandung

Talkshow Parenting "Cara Penggunaan Teknik Time Out pada Anak"

 

Agenda RuMAH PARENTING 2013:

 

1 Desember 2013 - Aula Seno Medika Klinik Khitan

Talkshow Parenting "Pencegahan dan Penanganan Sex di Kalangan Remaja"

 

9 November 2013 - Nova Ladies Fair

RuMAH PARENTING dan MAMAZY Partisipasi dalam Bazaar

 

21 September 2013 - Sekolah Tunas Unggul, Pasir Impun, Bandung

Seminar Magic Parenting "Membentuk Anak Cerdas Spiritual dan Finansial"

 

15 September 2013 - IMAS (Indonesian Muslim Association in Singapore) @ Masjid Istiqamah, Kedutaan Besar Indonesia di Singapura

Seminar Parenting "Mendidik Anak Disiplin dengan Cinta"

 

11 Juli 2013 - DKM RSUD Ujung Berung

Seminar Parenting "Cara Mendidik Anak dengan Mudah dan Menyenangkan"

 

25 Mei 2013 - PT Panasonic Health Care Indonesia, Cikarang

Seminar Parenting "Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Berkarakter dengan Teknik PARENTING yang praktis dan mencerahkan"

 

30 April 2013 - Dinas Pendidikan Kuningan

Seminar Parenting "Cara Mudah Mendidik Anak, Aku Bahagia Menjadi Orang tua"

 

14 April 2013 - EO Bandoeng Sae, Bandung

Seminar Parenting "Tips n Trik membangun Kekompakkan Pasangan dalam Parenting"

 

16 Maret 2013 - Sekolah Mentari Ar-Ridho, Jakarta Timur

Seminar Parenting "Membentuk Anak Cerdas Berkarakter"

 

9 Maret 2013 - Rumah Kreasi NOVA, Bandung

Seminar Parenting "Mengatasi Marah dan Perilaku Buruk pada Anak"

 

3 Maret 2013 - GSG Citra Komplek Bumi Panyileukan, Bandung

Seminar Parenting "Cara Mendidik Anak dengan Mudah dan Menyenangkan"

 

4 Februari 2013 - Gd. Erlangga, Bandung

Seminar dan Workshop Parenting "Time Out untuk Mengatasi Marah dan Perilaku Buruk pada Anak"

 

19 Januari 2013 - Sekolah Gagas Ceria, Bandung

"Komunikasi Efektif"


Agenda yang selengkapnya

Jam

Counter

 


visitors by country counter

 

world map hits counter



SLINK

Tempat Alternatif Pengasuhan Anak di TPA

BAGI orangtua yang bekerja, masalah yang selalu menghantui adalah ketidak beradaan PRT atau pengasuh yang akan menjaga anak-anak mereka yang masih memerlukan pengawasan. Hal ini seringkali menjadi sumber stress yang menurunkan kinerja seorang ibu bekerja. Permasalahan ini memerlukan berbagai pilihan solusi yang bisa saling membackup satu sama lain.

Semakin hari, jumlah PRT dan pengasuh (babysitter) semakin terbatas. Jumlah yang berkualitas pada kedua pemberi jasa pengasuhan  lebih sedikit lagi. Keberadaan keluarga yang bisa mensupport juga sangat terbatas, dan bila ada pun ada beberapa keluhan yang timbul karena perbedaan cara pengasuhan. Apakah ada solusi untuk mengatasi kondisi ini? Menitipkan anak di taman penitipan anak (TPA) adalah sebuah pilihan. Tentunya sebelum menitipkan anak pada seseorang atau sebuah lembaga seperti TPA, kita perlu mengetahui sisi positif dan negatifnya.


Di Indonesia, menitipkan anak di TPA, mungkin belum menjadi sebuah tren. Namun, jumlah TPA di Jakarta dan sekitarnya, semakin lama semakin meningkat seiring dengan berbagai problema yang tersebut di atas. Pasangan muda di kota besar sama-sama bekerja di luar rumah tanpa bergabung dengan anggota keluarga lain, kesulitan mendapat PRT juga babysitter, sehingga kebutuhan akan TPA meningkat.

Menitipkan anak di TPA memang memiliki sisi positif dan sisi negatif. Sisi positifnya adalah, jika anak hanya diasuh seorang pengasuh di rumah, anak akan kesepian, tidak bisa bersosialisasi. Anak hanya memiliki seorang teman, yaitu pengasuhnya. Berbeda jika anak dititipkan di penitipan anak. Anak akan belajar bersosialisasi lebih baik.

Di tempat penitipan, anak lebih mudah bersosialisasi dengan anak sebanyanya  karena di sana tentunya ada anak-anak lain yang  sebaya. Anak akan belajar mengenal teman- teman baru dan juga belajar untuk mandiri, terpisah dari orang tuanya.

National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika, meneliti masalah ibu bekerja yang menitipkan anaknya pada pengasuhan orang lain. Penelitian tersebut dilakukan pada 1.000 keluarga untuk mendapatkan gambaran mengenai dampak penitipan terhadap perkembangan anak. Penelitian itu mewakili kesepakatan 29 orang peneliti ternama. Penelitian itu menemukan, memberikan pengasuhan anak kepada pengasuh anak selain ibu, seperti kakek-nenek, pembantu, maupun baby sister, lebih banyak memberikan dampak negatif, walaupun ditemukan pula dampak positif.

“Pengasuhan anak berdampak pada perilaku. Semakin sering anak dititipkan pada pengasuhan orang lain sebelum usianya 4,5 tahun, ternyata akan semakin meningkatkan agresivitas dan ketidakpatuhan anak,” kata Joshua Zimmerberg, salah seorang peneliti.


Memilih sebuah TPA yang baik adalah keharusan untuk menghindari dampak negative tersebut di atas. Beberapa syarat TPA yang harus dipertimbangkan oleh orangtua ketika memasukkan anaknya di TPA adalah pertama, perhatikan lingkungan TPA tersebut. Semakin kondusif suasana dan lingkungan TPA, akan semakin baik perkembangan anak. Kedua, perhatikan pula fasilitas yang terdapat di dalamnya, seperti kamar tidur, tempat bermain ataupun ruang makan. Titipkanlah anak-anak di TPA yang memiliki fasilitas terbaik. Ketiga, dapatkan informasi bagaimana kondisi para pengasuhnya apakah sudah memiliki kualifikasi yang baik. Keempat, perhatikan jadwal aktifitas harian yang dilaksanakan di dalam TPA mulai dari pagi hingga anak akan dijemput. Kelima adalah bagaimana sistem keamanan di TPA tersebut.


Untuk menghindari dampak negatif, Joshua menyarankan para orangtua memilih TPA yang berkualitas baik.

“Positifnya, anak-anak di TPA cenderung memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik” .

“Kemampuan mengingat dan kemampuan memecahkan masalah juga cenderung lebih baik, bila dibandingkan dengan anak yang diasuh di rumah oleh ibunya,” tambah Joshua.

Kesimpulan dari penelitian tersebut, pengasuh anak yang mempunyai kualitas pengasuhan yang baik ternyata akan meningkatkan kemampuan akademik anak dan membuat hubungan ibu dan anak menjadi lebih baik.

dr. Zulaehah Hidayati dari beberapa sumber

Share

Tags: tpa

Copyright © 2014 RuMAH PARENTING · All Rights Reserved