RuMAH PARENTING menyediakan 2 macam program:
- Seminar dengan durasi 2,5 - 3 jam
- TUT (Training untuk Terampil) selama 3 hr
Berminat mengadakan Seminar atau TUT RuMAH PARENTING??
Info dan keterangan lebih lanjut silahkan hubungi Ine 085722664373
Agenda RuMAH PARENTING Juli dan Agustus 2012:
11 Agt, Seminar Parenting, SBB Permata Bunda, Kab. Bandung
3 - 5 Agt, Training untuk Terampil PARENTING, PT Rahman Abdijaya, @Hotel Balqis, Amuntai Kalimantan Selatan
15 Juli, Salimah Balangan, Kalimantan Selatan
13 Juli, Dharma wanita Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat, Bandung

Beberapa bulan yang lalu, bahagia menyelimuti karena mendapat rezeki untuk bisa membeli handphone untuk anakku. Buatku handphone memang sebuah prioritas karena menjalankan parenting jarak jauh, aku seorang bunda yang bekerja di Jakarta, dan akhir minggu baru pulang ke rumah di bandung. Anakku sangat menginginkan handphone, dan sudah 4 minggu dia menyimpang uang jatah mainannya karena menginginkan handphone. Dia suka belajar mengirim sms yang menjadi media belajar membaca dan menulis. Dia juga tampak senang belajar menelepon dengan handphone.
Akhirnya handphone itu terbeli, dengan uang tabungan anakku, dan subsidi. Sebuah handphone yang bisa dipakai untuk interlokal dengan pulsa murah. Betapa senangnya anakku. Selain dia senang menerima telepon, dia juga senang sesekali memainkan game ringan yang ada di hp.
Dua bulan berlalu, sepertinya aku mulai kehilangan suara anakku di handphone. Dia tampak sudah bosan merasakan handphone yang bisa dipakai untuk berbicara jarak jauh. Tapi ternyata ada sebab lain. Aku menemukan handphone itu sudah dibongkar, dan baterenya menghilang. Kutanyakan kepada ayahnya dan dia menjawab ringan “Biasa Bunda, Kakak memakai baterenya untuk memutar roda”
Senyumku melebar teringat anakku yang sejak kecil hobby membongkar mainan dan berbagai peralatan. Dulu, mainan banyak yang bertahan hanya satu hari. Jarang ada yang bisa selamat sampai satu minggu. Semua mainan itu akan dibongkar. Dulu sebelum belajar parenting aku merasa stress karena menganggap anakku sebagai anak yang tidak bisa merawat milik sendiri. Lebih stress lagi melihat kabel intercom yang buntung, dvd player macet, remote tv mogok, dsb. Tapi sekarang , pikiranku berbeda. Aku tahu bahwa anakku adalah calon teknisi yang hebat. Dia mudah memahami cara kerja berbagai alat. Dia bisa merakit sesuatu dengan menggunakan bahan-bahan isi berbagai mainan dan peralatan. Kuingat kapal dari dus nasi kotak, yang diberi mesin dynamo kecil dari mobil-mobilan, disambungkan dengan batere sebagai sumber energi, dan diberi roda bekas gasing yang dibuat bergerak oleh energi batere sehingga perahu kotak dus itu bisa bergerak di atas air. Dusnya tidak basah karena dia memakai lakban. Sekarang, dia tahu dengan mencoba-coba bahwa batere hp pun bisa menjadi sumber energy. Betapa investasi kabel, dvd player, remote, lakban, mainan, dus, dan akhirya juga sebuah handphone itu untuk biaya kursus autodidak di rumah sendiri.
Handphone ini adalah awalan. Benda-benda lain diperlukan terus sebagai media pembelajarannya. But don’t worry ayah bunda, dia sudah belajar meminta izin dan bertanya mana yang boleh dibongkar, mana yang tidak. Handphonenya juga tetep bisa tetap dipakai, karena yang dipakai bermain adalah baterenya saja.
Copyright © 2013 RuMAH PARENTING · All Rights Reserved